Aku bagaikan insan yang kosong,
Dedaunan yang kekeringan bertebangan.
Takala hati ku sepi mengenangkan nasib diriku,
Air mata yang mengalir tidak pernah terhenti,
Walaupun sudah berkali-kali aku menahan sebak didada,
Aku tau diri ku tidak sempurna insan lain,
Siapa la aku setelah aku bermain dengan api hidopku,
Aku tidak terdaya lagi menahan pilu hati ku,
Aku lemah setelah kau hilang,
Aku tiada terdaya lagi...
Kenapa aku bersikap dingin...
Aku hanya menanti saat pemergian hidop ku,
Aku selalu impiakan kebahagian dalam hidopku,
Aku impikan kita bersama,
Tapi senyuman tidak lagi terukir pada wajahku,
Kenapa dalam kehidupan mesti berakhir dengan perpisahan???
Kenapa aku terpaksa melangkah jua???
Kenapa dengan takdir kita ditemukan dan penamat adalah perpisahan,
Kemana hendaknya aku membawa diri aku pergi....
Kemana hendaknye tempat aku bermain cinta...
Aku sepi,
Aku sepi,
Tiada siapa memahami tentang hatiku...
Tiada terkata lagi bibirku untuk menyatakan aku cinta padamu,
Kerana aku benar-benar kepenatan dengan keperitan hidopku..
No comments:
Post a Comment