Disaat aku mengenali dirimu,
Hidopku bagaikan ombak yang bertepian,
Aku bagaikan lalang yang ditiup angin,
Aku sangkakan perkenalan kita kekal berpanjangan,
Rupanya gerimis ditengah jalan,
Aku mengerti kita semakin tidak sehaluan...
Aku cinta padamu,
Aku cinta padamu,
Aku cinta padamu,
Itu kata-kata kau padaku,
Namun kau hanya berjanji dan pergi meniggalkan janji,
Aku terdiam hampa mengenangkan saat kau perlakukan padaku,
Aku sedar cinta kita tidak pernah kekal untuk selamanya,
Tapi dalam hidop ku kau meminta peluang padaku,
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,
Aku sedih terdiam kaku melihat mata mu,
Aku sangkakan kau benar-benar menerima peluang yang aku berikan,
Rupa-rupanya,
Kau memilih dirinya...
Aku terpaksa berundur dalam hubungan itu,
Terusik jua perasaan hatiku...
Ini lah pertemuaan yang kau ciptakan dalam ingatan ku...
Aku terpaksa mengorak langkah perjalan ini,
Walaupun beronak dan berliku,
Aku terpaksa jua teruskan,
Namun ku berharap agar petemuan kita hanya disini saja,
Jangan la kau meminta padaku lagi,
Kerna ak lemah dengan dirimu...
Maaf aku terpaksa lupakan....
Pertemuan yang telah mengajarku erti cinta dan segalanya...
Aku redha dengan kehendak mu,
Cukuplah hanya kali ini kau menyakiti diriku,
Walaupun berat hatiku melepaskan kau pergi...
No comments:
Post a Comment